Selain Terbuat dari Nangka Muda, Ini Dia Jenis-Jenis Gudeg Jogja Lainnya

sumber: www.wisatalah.com

Sebagai makanan/kuliner khas sekaligus identitas Jogja, gudeg terdiri dari beberapa jenis, lengkap dengan keistimewaannya sendiri-sendiri. Bagi orang luar Jogja, mungkin kebanyakan menganggap gudeg adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari nangka muda (gori) yang memiliki cita rasa manis. Itu saja. Padahal, gudeg bagi masyarakat Jogja sendiri sebenarnya memiliki cakupan yang lebih luas lagi, lebih dari sebatas hasil olahan nangka muda dengan rasa manis khas gula kelapa. Gudeg sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Apa sajakah lebih tepatnya?

sumber: travelingyuk.com

Pertama, dilihat dari bahan bakunya, jenis gudeg dibagi menjadi tiga, yaitu gudeg nangka muda (gori), gudeg manggar, dan gudeg rebung. Dibandingkan dengan dengan jenis gudeg yang pertama, gudeg manggar  dan gudeg rebung ini kurang begitu populer di kalangan orang dari luar Jogja. Hal itu disebabkan bahan bakunya, manggar (bunga kelapa yang masih muda) dan rebung, saat ini sudah cukup langka.  Pohon kelapa memang banyak, tetapi sekarang hanya orang-orang tertentu saja yang bersedia  memanjat pohon kelapa dengan susah payah hanya demi memetik manggar untuk dijadikan gudeg atau hasil olahan lainnya. Nasib yang terjadi pada rebung pun hampir sama. Pilihan sayuran dan bahan makanan di zaman sekarang begitu banyak serta mudah didapat sehingga orang sudah enggan lagi untuk berburu rebung di belantara kebun bambu.  

sumber: yogyakarta.panduanwisata.id

Meskipun sulit ditemukan, bukan berarti gudeg manggar dan gudeg rebung sudah sama sekali tidak ada. Kita masih bisa menemukan gudeg manggar dan gudeg rebung di tempat-tempat tertentu di Jogja bagian selatan di yang wilayahnya masih pedesaan. Jadi bisa dikatakan bahwa gudeg manggar dan gudeg rebung adalah makanan/masakan yang masih cukup sering disajikan oleh masyarakat pedesaan pada waktu tertentu. Berbicara tentang cita rasanya, gudeg manggar dan rebung tidak kalah sedapnya dengan gudeg nangka muda. Gudeg manggar dan rebung memiliki tekstur yang renyah dan tidak begitu manis. Jadi, buat kamu yang suka kuliner  tradisional yang tidak terlalu manis, gudeg manggar dan gudeg rebung patut kamu coba.

Selanjutnya, gudeg, dalam hal ini lebih cenderung ke gudeg nangka muda, secara umum dibagi menjadi gudeg basah dan gudeg kering. Beda antara keduanya adalah di areh (kuah santan) dan rasa manisnya. Gudeg basah memiliki kadar areh yang banyak sehingga rasa manisnya pun otomatis tidak terlalu kuat. Sebaliknya, gudeg kering memiliki sedikit areh karena  telah melalui proses penumisan. Meskipun sedikit, areh pada gudeg kering cukup kental sehingga rasanya pun menjadi semakin manis. Oleh karena tidak memiliki banyak kandungan air, gudeg kering ini lebih dapat bertahan lama dibandingkan dengan gudeg basah. Nah, kalau kamu sendiri termasuk yang menyukai gudeg basah atau gudeg kering?

Selain sebatas gudeg basah dan gudeg kering, gudeg Jogja juga memiliki varian rasa yang beragam, dari yang original, pedas, hingga rasa rendang. Wah, bener sampai ada rasa rendang segala? Iya, bener banget. Jadi, kamu nggak perlu khawatir kalau tidak begitu suka dengan gudeg hanya karena menurutmu rasanya terlalu manis. Kamu tinggal buktikan dengan datang ke Restoran Gudeg Bu Tjitro di Jalan Janti No. 330, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 (tepat di seberang gedung JEC). Gudeg Bu Tjitro juga tersedia dalam kemasan kaleng yang praktis dan higienis, bahkan bisa tahan sampai 1 tahun, jadi kamu bisa menjadikan makanan khas Jogja ini untuk oleh-oleh tanpa takut bingung cara membawanya. Kalau mau lebih gampang lagi, kunjungi dan pesan saja di sini.

Sudah tahu kan sekarang kalau gudeg Jogja itu ternyata ada jenis-jenisnya juga? Boleh banget kok kalau semua jenis gudeg tadi mau kamu cari ketika berkunjung ke Jogja. Ya hitung-hitung sebagai wujud rasa cinta kamu pada kuliner asli Nusantara.

Kenapa Jawa Selalu Identik dengan Makanan Manis? Jadi Begini Ceritanya

sumber: www.vemale.com

Di Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta, hampir seluruh makanan/kuliner yang ditemukan memiliki cita rasa manis. Bagi masyarakat lokal, hal itu mungkin sudah lumrah karena mereka memang sudah terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis dalam kesehariannya. Akan tetapi, bagi pendatang/wisatawan yang berasal dari luar kedua daerah tersebut, hal itu cukup menimbulkan rasa penasaran. Mengapa makanan/masakan orang Jawa cenderung selalu manis? Pertanyaan tersebut tentunya tidak hanya cukup dijawab dengan: Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Lantas apa jawaban yang mencerahkannya?

sumber: steemit.com

Dikutip dari berbagai sumber, sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta konon dijadikan sebagai tempat perkebunan tebu pada masa penjajahan Belanda. Oleh karena penduduk dipaksa mengubah lahan pertaniannya menjadi kebun tebu, bahan makanan yang tersedia pun semakin lama semakin terbatas hingga berujung pada bencana kelaparan. Mau tidak mau, satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup adalah dengan mengonsumsi tebu. Penduduk semakin lama menjadi terbiasa mengolah air tebu dan tak lupa untuk selalu mencampurkannya ke dalam masakan apa pun. Secara turun-temurun dan naluriah, kebiasaan tersebut pun terus berlanjut hingga sekarang. Tak heran makanan Jawa asli hingga kini selalu cenderung memiliki rasa manis, bahkan sambal sekalipun. 

sumber: gudeg.net

Kita bisa membuktikan betapa banyaknya makanan dan minuman di Jawa yang memiliki cita rasa manis. Kalau di Jogja, lebih gampang lagi menemukannya karena memang hampir semua olahan makanan dan minuman di Jogja itu selalu manis, sebut saja gudeg, bakpia, geplak, yangko, bajigur, mulai dari makanan berat hingga makanan kecil/jajanan pasar.  Salah satu masakan/makanan Jawa yang sangat populer karena rasa manisnya yang njawani adalah gudeg. Cita rasa manis makanan khas Jogja yang berbahan dasar buah gori (nangka muda) satu ini memang nggak perlu diragukan lagi. Pastikan kalau berkunjung ke Jogja, jangan lupa gudegnya. Kalau kamu tidak begitu suka dengan makanan yang terlalu manis, tidak usah khawatir karena tidak bisa mencicipi gudeg. Kamu bisa kok menikmati gudeg varian pedas dan gudeg rendang. Di mana mendapatkannya? Kamu tinggal datang aja ke Restoran Gudeg Bu Tjitro yang berlokasi di Jl. Janti No.330, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281 (tepat di seberang gedung JEC). Kamu juga bisa membawa pulang sebagai oleh-oleh tanpa takut basi karena Gudeg Bu Tjitro tersedia dalam kemasan kaleng yang bisa tahan hingga 1 tahun.Yuk, buru ke Jogja!

Mau Liburan ke Yogyakarta? Ini 7 Oleh-Oleh Khas dari Kota Gudeg yang Wajib Kamu Bawa Pulang

Selain terkenal sebagai potret kebudayaan Jawa dengan beragam tempat wisata menariknya, Yogyakarta juga terkenal akan kulinernya yang khas. Tak heran jika banyak wisatawan yang selalu rindu untuk mengunjungi Yogyakarta untuk sekadar wisata kuliner. Banyak sekali memang kuliner khas Yogyakarta yang dapat dijadikan pilihan untuk oleh-oleh. Dari yang manis hingga pedas, dari biasa hingga tak biasa, ada semuanya. Nah, bagi kamu yang belum pernah berkunjung ke Yogyakarta dan belum tahu apa saja kuliner khasnya, pas sekali karena pada kesempatan kali ini, gudegbutjitro1925.co.id akan me-review 7 makanan khas Yogyakarta yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh bagi kamu yang berencana untuk  berkunjung ke Bumi Mataram dalam waktu dekat ini. Agar tidak semakin penasaran, yuk langsung cek saja satu per satu!

Bakpia

sumber: cookpad.com

Bakpia adalah makanan khas Yogyakarta berupa kue kumbu. Tidak hanya melulu berisi kumbu kacang hijau, kamu juga dapat menikmati bakpia dengan kumbu keju, cokelat, ubi jalar, dan kacang hitam. Sebagai makanan khas yang sudah melegenda sejak dulu kala, kamu tak perlu khawatir dengan cita rasanya karena dijamin manisnya bakal sesuai dengan lidah semua orang. Percayalah, berkunjung ke Yogyakarta itu tidak lengkap kalau belum membawa pulang bakpia sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan handai tolan.

Yangko

sumber: www.orami.co.id  

Makanan khas dari Kota Yogyakarta satu ini juga harus masuk list oleh-oleh yang harus kamu bawa pulang. Di mana lagi kamu akan menemukan yangko yang sedap kalau tidak dari berlibur di Yogyakarta. Kue yang terbuat dari tepung ketan berisi tumbukan kacang ini tidak hanya manis, tetapi juga cocok untuk dihidangkan dalam acara apa saja. Yangko sekarang juga sudah  tersedia dalam beragam varian rasa yang membuat kamu mau lagi dan lagi.

Geblek

sumber: www.batok.co

Sekarang kita ke Kulon Progo. Salah satu makanan khas yang terkenal dari kabupaten yang terletak di Yogyakarta bagian barat ini adalah geblek, makanan semacam pempek, tetapi terbuat dari tepung tapioka. Teksturnya yang alot dan kenyal menjadikan geblek cukup digemari oleh banyak orang. Makin dingin, geblek akan makan alot dan kenyal, tetapi tenang saja karena tetap enak juga untuk dinikmati. Nah, apabila kamu berwisata ke Kulon Progo, jangan lupa untuk membeli geblek, ya.

Geplak

sumber: masfikr.com

Kalau kamu termasuk penyuka makanan manis, jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas dari Bantul ini. Rasanya memang manis sekali karena hanya terbuat dari campuran parutan kelapa dengan gula, tetapi tidak ada salahnya kamu coba. Geplak juga kami rekomendasikan untuk kamu jadikan oleh-oleh. Paling tidak, karena kamu tidak bisa membawa Yogyakarta, kamu bisa merasakan manisnya Yogyakarta dalam butiran-butiran geplak yang kamu bawa.

Gudeg

sumber: www.blanja.com

Berbicara tentang oleh-oleh khas Yogyakarta itu tidak lengkap kalau belum memasukkan gudeg di dalamnya. Bagi kamu yang berkunjung ke Yogyakarta, pastikan untuk menikmati makanan khas Yogyakarta yang sangat terkenal satu ini. Tidak hanya sekadar menikmati, kamu juga bisa menjadikan gudeg sebagai oleh-oleh karena sekarang telah tersedia gudeg kaleng praktis dan higienis yang bisa kamu bawa pulang. Kamu bisa mendapatkannya di Restoran Gudeg Bu Tjitro atau lebih mudahnya tinggal klik saja di gudegbutjitro1925.co.id untuk memesannya kapan saja dan dari mana saja.

Salak Pondoh

sumber: salak-sleman.blogspot.com

Buah sekaligus oleh-oleh khas dari Kabupaten Sleman ini tidak boleh kamu lupakan ketika berkunjung ke Yogyakarta, terutama Sleman. Kalau ingin membeli dalam jumlah banyak dan dengan harga yang lebih murah, kamu bisa langsung datang ke wilayah perkebunan salak pondok yang utamanya ada di Kecamatan Turi dan Tempel.

Thiwul

sumber: www.sarihusada.co.id

Ingat Gunung Kidul, kita tentunya harus ingat thiwul. Makanan yang terbuat dari singkong ini tidak boleh absen untuk dijadikan oleh-oleh ketika kamu berkunjung ke Gunung Kidul. Meskipun kelihatannya sederhana, thiwul memiliki cita rasa yang istimewa sehingga wajar jika banyak orang yang menyukai makanan yang disajikan dengan parutan kelapa ini. Ada thiwul, biasanya di sana juga ada gatot. Kalau thiwul terbuat dari tepung singkong (gaplek), nah kalau gatot ini terbuat dari irisan singkong yang dikeringkan. Percaya deh, keduanya sama-sama enaknya kok.  

Cukup banyak bukan pilihan oleh-oleh khas dari Yogyakarta? Itu saja baru tujuh di antaranya, belum lagi lainnya yang belum disebut di sini. Jadi mana saja oleh-oleh khas yang ingin kamu bawa dari Yogyakarta? Segerakan saja dulu untuk berkunjung ke Yogyakarta-nya, ya.

7 Fakta Unik tentang Gudeg Jogja

Yogyakarta memang tidak diragukan lagi dalam hal keistimewaannya karena begitu banyak hal unik yang terjadi, baik secara alami maupun secara terencana, di kota ini. Daerah yang dipimpin langsung oleh Raja Sri Sultan Hamengkubuwono X ini memiliki ikon kuliner yang begitu unik, mulai dari rasa, bentuk hingga bahan yang digunakan untuk membuat makanan khas Kota Jogja ini. Ya, apalagi kalau bukan gudeg. Saking melekatnya dengan Jogja, sampai-sampai Jogja sering dijuluki sebagai kota gudeg. Lalu apa saja fakta unik tentang gudeg Jogja ini? Yuk, simak! Berikut adalah 7 fakta uniknya, sob.

Sudah Ada Sejak Abad ke-16

Gudeg Tertua di Yogyakarta

Tahu nggak sob, gudeg ternyata sudah ada sejak dari abad ke-16.  Konon eksistensi gudeg sejak abad ke-16 ini sudah ada di kota Kerajaan Mataram ini. Gudeg menjadi idola orang Yogyakarta, dari masyarakat biasa hingga para abdi dalem dan petinggi di Keraton Yogyakarta. Nah sob, kalau penasaran gimana rasanya makan makanan orang-orang di keraton, jangan bingung. Langsung saja cobain gudeg.

Terbuat dari Nangka

bahan-dasar-pembuatan-gudeg

Bahan utama gudeg ternyata berasal dari nangka muda yang diolah secara khusus lho, sob. Nangka muda yang awalnya berwarna putih, setelah diolah menjadi gudeg warnanya akan berubah menjadi cokelat kemerah-merahan. Tentu saja semuanya dengan menggunakan bahan alami dan aman.

Gudeg Memiliki Gizi yang Tinggi

7-fakta-paling-unik-tentang-gudeg-yogyakarta

Mudjiadi Giarto yang merupakan seorang profesor sekaligus peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PMKT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, mengatakan bahwa “Sudah diteliti secara keilmuan, gudeg memiliki banyak kandungan serat baik yang larut maupun tidak larut yang cukup tinggi. Dengan begitu serat akan membersihkan usus besar. Ini mengapa orang Yogyakarta sangat minim menderita kanker usus besar, memperbaiki metabolisme, memperkuat tulang. Fosfor akan membentuk energi. Angka harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 67 tahun. Sementara itu di Yogyakarta angka harapan hidupnya mencapai 77,7 tahun. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi gudeg yang cukup tinggi”, dikutip dari KompasTravel, Rabu (16/11/2016).  Jadi gudeg ternyata sangat baik sob untuk kesehatan kita semua.

Ada Gudeg dari Bahan Selain dari Nangka

gudeg-rebung-jogja
source: panduanwisata.id

Selama ini pada umumnya masyarakat secara luas mengetahui bahwa gudeg hanya berbahan pokok dari nangka muda. Namun tahu nggak sob, ternyata ada juga lho gudeg yang dibuat dari bahan pokok selain nangka. Nah, selain dari nangka, ada juga gudeg yang dibuat dari bahan pokok rebung atau tunas bambu muda. Selain dari rebung juga ada gudeg manggar, yaitu gudeg yang bahan pokoknya dibuat dari manggar atau  bunga kelapa yang masih muda.

Gudeg Rasa Rendang

Gudeg kok rasa rendang? Nah sob yang ini memang sangat unik. Kalau gudeg biasanya rasanya manis, ini ada satu fakta yang beda. Kini sudah ada inovasi resep gudeg dari rasa original menjadi gudeg dengan rasa rendang. Di mana tempat untuk mencoba gudeg dengan rasa rendang? Untuk Gudeg rasa rendang ini spesial hanya ada di Gudeg Bu Tjitro 1925, sob. Penasaran seperti apa rasanya? Bisa kok langsung dipesan di sini.

Tersedia dalam Kemasan Kaleng

Gudeg Jogja memang begitu istimewa. Namun dibandingkan dengan makanan khas daerah lain, seperti rendang dari Padang, bakso dari Malang, dan pempek dari Palembang, gudeg termasuk makanan yang cukup sulit ditemukan di kota lain di luar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, apalagi di luar Pulau Jawa. Namun sobat jangan khawatir karena tim Gudeg Bu Tjitro 1925 sudah berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan cara berinovasi menjadikan makanan khas kota budaya ini kini tersedia dalam kemasan kaleng. Jadi sekarang sobat dari seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati Gudeg Kaleng Bu Tjitro 1925. Caranya cukup mudah, yaitu dengan pesan langsung di website resmi kami, GudegBuTjitro1925.co.id.

Lalu apa lagi hal unik yang sobat tahu tentang Gudeg Jogja, sob?
Kalau masih ada yang sobat tahu, silakan isi di kolom komentar ya sob, biar pembaca lainnya juga semakin tahu fakta-fakta unik tentang Gudeg Jogja.

Pilihan Tempat Berbuka Puasa yang Asik di Jogja

Momen bulan Ramadan adalah momen yang sangat spesial setiap tahunnya. Bulan yang penuh barokah ini banyak memberikan kesempatan bagi setiap umat Islam untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya.

Source: kompasiana.com

Ada hal yang biasanya sering direncanakan oleh setiap orang ketika di bulan Ramadan yaitu merencanakan Bukber atau Buka Bersama.  Buka bersama alumni, teman kuliah, atau teman sekolah seangkatan maupun teman kerja bisa jadi panjang ceritanya jika tidak segera ditentukan pilihan tempatnya, bisa-bisa keburu lebaran bukbernya belum juga terlaksana.

Maka dari itu di artikel ini skuat Gudeg Bu Tjitro 1925 akan membagikan pilihan tempat buka bersama untuk para pembaca blog Gudeg Bu Tjitro 1925.  Baik, langsung saja ini adalah daftar pilihan tempat buka bersama paling enak dan seru di Kota Yogyakarta.

Jajanan Pasar Sepanjang Jalan Agro Sampai Lembah UGM

source: anekawisata.com

Setiap bulan puasa mulai dari depan Fakultas Teknik UNY sampai ke Jalan Agro UGM bahkan sampai ke sekitaran Masjid Kampus UGM banyak sekali penjual berbagai jenis jajanan pasar dan menu buka bersama. Mulai dari es buah, es pot, tahu gejrot bahkan menu-menu yang booming seperti es kepal milo tidak sulit ditemukan di sekitaran Fakultas Teknik UNY ini.

Masjid Kampus UGM

source: ramadhandikampus.com

Berbuka puasa di Masjid UGM juga bisa jadi pilihan yang menarik bagi teman-teman yang ingin hemat pengeluaran karena di Masjid UGM seringkali di bulan Ramadan mengadakan acara rutin Ramadan di Kampus yang mana setiap buka puasa akan membagikan menu buka bersama secara gratis.

Di Sayidan

Di sebelah barat ke arah selatan jembatan Sayidan setiap bulan Ramadan ada warga-warga sekitar yang berjualan menu untuk berbuka puasa, mirip seperti yang ada di sekitar Jalan Agro UGM, di Sayidan ini bisa jadi pilihan yang cukup dekat bagi Anda yang sedang berada di sekitar titik nol Malioboro saat menjelang azan Magrib.

Alun-Alun Selatan (Alkid)

source: jogjaspace.com

Alun-alun selatan atau dalam bahasa jawanya disebut Alun-alun kidul (Alkid) juga jadi tempat pilihan yang menarik bagi yang ingin merasakan sensasi bebuka puasa lesehan dengan pemandangan sepeda hias khas Alun-Alun Kidul Yogyakarta bersama teman-teman.

Gudeg Bu Tjitro 1925

khaergraphy

Restoran Gudeg Bu Tjitro 1925 bisa jadi pilihan paling nyaman bagi yang ingin berkumpul dan menikmati hidangan khas Yogyakarta dengan nuansa klasik.  Didukung pelayanan yang ramah dan menu-menu berbuka puasa yang banyak pilihannya akan semakin melengkapi momen buka bersama keluarga dan orang-orang tersayang.

Di mana tempat buka bersama favorit kalian?